Translate

Jumat, 03 Juli 2015

BIOMEKADIKA DIKJAS


BIOMEKANIKA
ANALISYS BIOMEKANIKA PADA TOLAK PELURU GAYA ORTODOK (MENYAMPING)


DISUSUN OLEH:
HAMZAH (13311422)
KELAS J






INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN MATARAM
FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN
JURUSAN OLAHRAGA
TAHUN 2015
KATA PENGANTAR

Assamu’alaikum.War.Wab...
Bismillahirrahmahnirahim...
     Puja dan puji syukur saya panjatkan kehadirat allah SWT. Atas berkat rahmat dan karunia-Nyalah saya dapat menyelesaikan tugas ini hingga tepat waktu. Tanpa mengalami kesulitan yang berat, makalah ini saya buat untuk dipresentasikan agar bisa bermanfaat bagi semua orang yang mengikutinya.    
     Di harapkan Makalah ini dapat meringankan tugas guru dan siswa dalam kegiatan belajar – mengajar. Makalah ini merupakan alat peraga / media belajar yang lain supaya tetap dapat melakukan penawaran konsep dengan pendekatan keterampilan proses. Disamping itu siswa diharapkan dapat melatih sendiri menyelesaikannya.
     Dalam pembuatan makalah ini saya mendapatkan bantuan dari berbagai pihak baik saudara teman-teman serta Kakak tingkat. Jadi melalui kesempatan ini saya ingin mengucapkan rasa terimah kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan mereka kepada saya dalam proses penyusunan makalah ini.
Saya menyadarinya bahwa makalah ini masih banyak kekurangan. oleh sebab itu kritik dan saran yang bersifat membangun akan saya terima dengan senang hati dan saya berharap makalah ini bermanfaat bagi siapapun.

Wassalamu’alaikum.war.wab...

                                                                                         Penyusun
                                                                                        



BAB I
PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang
Cabang olahraga atletik adalah ibu dari sebagian besar cabang olahraga (mother of sport), di mana gerakan-gerakan yang ada dalam atletik seperti: jalan, lari, lompat dan lempar dimiliki oleh sebagian besar cabang olahraga, sehingga tak heran jika pemerintah mengkategorikan cabang olahraga atletik sebagai salah satu mata pelajaran pendidikan jasmani yang wajib diberikan kepada para siswa.
Atletik merupakan unsur olahraga terpenting pada suatu penyelenggaraan olimpiade. Hal ini dikarenakan pengembangan dan peningkatan prestasi olahraga lain dapat dicapai melalui latihan nomor-nomor atletik, khususnya dalam peningkatan kondisi fisik. Nilai edukatif dari cabang atletik dapat dijadikan dukungan dalam pengembangan sumber daya manusia yang potensial di bidang olahraga.
 Salah satu nomor pada cabang atletik adalah tolak peluru. Faktor tersebut ada yang bersifat internal misalnya ; bakat, emosi, suasana hati, motivasi dan lain-lain. Sedangkan faktor yang bersifat eksternal diantaranya ; faktor pelatih, sarana dan prasarana, lingkungan dan sosial budaya. Prestasi pada nomor atletik dapat dicapai melalui latihan yang khusus dan teratur dalam jangka waktu yang relatif lama. Potensi yang cocok dengan cabang olahraga yang ditekuninya seperti keadaan fisik, penguasaan teknik dan persyaratan lainnya semestinya dimiliki oleh seorang atlet.






B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Apa pengertian tolak peluru?
2.      Bagaimana tekhnik dalam memainkan tolak peluru?
3.      Apa saja yang perlu diperhatikan dalam olahraga tolak peluru?
4.      Peralatan apa saja yang diperlukan dalam olahraga tolak peluru?
5.      Berapa ukuran lapangan olahraga tolak peluru?

C.       Tujuan

Untuk menjelaskan peraturan yang dan tekhnik yang ada pada olahraga tolak peluru
khususnya pada tolak peluru gaya ortodok atau gaya menyamping.












BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Tolak Peluru
Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga atletik. Atlet tolak peluru melemparkan bola besi yang berat sejauh mungkin. Berat peluru:
·         Untuk senior putra = 7.257 kg
·         Untuk senior putri = 4 kg
·         Untuk yunior putra = 5 kg
·         Untuk yunior putri = 3 kg
·         Teknik Dasar Tolak Peluru
Terdapat beberapa teknik dasar dalam tolak peluru, diantaranya : Teknik Memegang Peluru Ada 3 teknik memegang peluru : Jari-jari direnggangkan sementara jari kelingking agak ditekuk dan berada di samping peluru, sedang ibu jari dalam sikap sewajarnya. Untuk orang yang berjari kuat dan panjang. Jari-jari agaka rapat, ibu jari di samping, jari kelingking berada di samping belakang peluru. Biasa dipakai oleh para juara. Seperti cara di atas, hanya saja sikap jari-jari lebih direnggangkan lagi, sedangkan letak jari kelingking berada di belakang peluru. Cocok untuk orang yang tangannya pendek dan jari-jarinya kecil.
Teknik Meletakkan Peluru Pada Bahu Peluru dipegang dengan salah satu cara di atas, letakkan peluru pada bahu dan menempel pada leher bagian samping. Siku yang memegang peluru agak dibuka ke samping dan tangan satunya rileks di samping kiri badan.
Teknik Menolak Peluru Pengenalan peluru Peluru dipegang dengan satu tangan dipindahkan ke tangan yang lain Peluru dipegang dengan tangan kanan dan diletakkan di bahu dengan cara yang benar Peluru dipegang dengan dua tangan dengan sikap berdiri akak membungkuk, kemudian kedua tangan yang memegang peluru diayunkan ke arah belakang dan peluru digelindingkan ke depan Sikap awal akan menolak peluru Mengatur posisi kaki, kaki kanan ditempatkan di muka batas belakang lingkaran, kaki kiri diletakkan di samping kiri selebar badan segaris dengan arah lemparan. Bersamaan dengan ayunan kaki kiri, kaki kanan menolak ke arah lemparan dan mendarat di tengah lingkaran. Sewaktu kaki kaki kanan mendarat, badan dalam keadaan makin condong ke samping kanan. Bahu kanan lebih rendah dari bahu kiri. Lengan kiri masih pada sikap semula.
Cara menolakkan peluru Dari sikap penolakan peluru, tanpa berhenti harus segera diikuti dengan gerakan menolak peluru. Jalannya dorongan atau tolakan peda peluru harus lurus satu garis. Sudut lemparan kurang dari 40o. Sikap akhir setelah menolak peluru Sesudah menolak peluru, membuat gerak lompatan untuk menukar kaki kanan ke depan. Bersamaan dengan mendaratnya kaki kanan, kaki kiri di tarik ke belakang demikian pula dengan lengan kiri untuk memelihara keseimbangan.
B.       Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Teknik Tolak Peluru
Cara memegang Awalan Gerakan Tolakan Sikap badan saat menolak
Ketentuan diskualifikasi/kegagalan peserta tolak peluru :
ü   Menyentuh balok batas sebelah atas
ü   Menyentuh tanah di luar lingkaran
ü   Keluar masuk lingkaran dari muka garis tengah
ü   Dipangil selama 3 menit belum menolak Peluru di taruh di belakang kepala
ü   Peluru jatuh di luar sektor lingkaran
ü   Menginjak garis lingkar lapangan
ü    Keluar lewat depan garis lingkar
ü    Keluar lingkaran tidak dengan berjalan tenang
ü   Peserta gagal melempar sudah 3 kali lemparan
Beberapa hal yang disarankan :
1.              Bawalah tungkai kiri merendah
2.             Dapatkan keseimbangan gerak dari kedia tungkai, dengan tungkai kiri memimpin di belekang
3.              Menjaga agar bagian atas badan tetap rileks ketika bagian bawah bergerak
4.              Hasilkan rangkaian gerak yang cepat dan jauh peda tungkai kanan
5.              Putar kaki kanan ke arah dalam sewaktu melakukan luncuran
6.              Pertahankan pinggul kiri dan bahu menghadap ke belakang selama mungkin
7.              Bawalah tangan kiri dalam sebuah posisi mendekati badan
8.              Tahanlah sekuat-kuatnya dengan tungkai kiri
Beberapa hal yang harus dihindari :
1.              Tidak memiliki keseimbanagn dalam sikap permulaan
2.              Melakukan lompatan ketika meluncur dengan kaki kanan
3.              Mengangkat badan tinggi ketika melakukan luncuran
4.              Tidak cukup jauh menarik kaki kanan di bawah badan
5.              Mendarat dengan kaki kanan menghadap ke belakang
6.              Menggerakkan tungkai kiri terlalu banyak ke samping
7.              Terlalu awal membuka badan
8.              Mendarat dengan badan menghadap ke samping atau ke depan

C.       Peralatan
Alat yang digunakan :
1.             Rol Meter
2.             Bendera Kecil
3.             Kapur / Tali Rafia
4.             Peluru
a) Untuk senior putra = 7.257 kg
b) Untuk senior putri = 4 kg
c) Untuk yunior putra = 5 kg
d) Untuk yunior putri = 3 kg
5.             Obrient : gaya membelakangi arah tolakan
6.             Ortodox : gaya menyamping

D.      Lapangan Tolak Peluru
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_HulKi4FvB11t1J4sGSc2fr7axcm3qcrK7JURq4tRCQ0mTrP1FOnXty5iiihfdfFMrTgC1m5S_RXQfHxria7Dkq1miroYrEYj9eXwR5fYIducjFGOA2hCRYs2-jLxj9u7u2l1qLIpe8G2/s320/tolak-peluru.jpg
Lapangan tolak peluru berbentuk lingkaran berdiameter 2,135 m. Lingkaran tolak peluru harus dibuat dari besi, baja atau bahan lain yang cocok dilengkungkan, bagian atasnya harus rata dengan permukaan tanah luarnya. Bagian dalam lingkaran tolak dibuat dari semen, aspal atau bahan lain yang padat tetapi tidak licin. Permukaan dalam lingkaran tolak harus datar antara 20 mm-6 mm lebih rendah dari bibir atas lingkaran besi. Garis lebar 5 cm harus dibuat di atas lingkaran besi menjulur sepanjang 0,75 m pada kanan kiri lingkaran garis ini dibuat dari cat atau kayu. Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2,135 m. Tebal besi lingkaran tolak minimum 6 mm dan harus dicat putih. Balok penahan dibuat dari kayu atau bahan lain yang sesuai dalam sebuah busur/lengkungan sehingga tepi dalam berhimpit dengan tepi dalam lingkaran tolak, sehingga lebih kokoh. Lebar balok 11,2-30 cm, panjangnya 1,21-1,23 m di dalam, tebal 9,8-10,2 cm.

E.       Ketentuan Diskualifikasi/Kegagalan Peserta Tolak Peluru
1.      Menyentuh balok batas sebelah atas,
2.      Menyentuh tanah di luar lingkaran,
3.      Keluar masuk lingkaran dari muka garis tengah,
4.      Dipanggil selama 3 menit belum menolak,
5.      Peluru ditaruh di belakang kepala,
6.      Peluru jatuh di luar sektor lingkaran,
7.      Menginjak garis lingkaran lapangan,
8.      Keluar lewat depan garis lingkaran,
9.      Keluar lingkaran tidak dengan berjalan tenang,
10.  Peserta gagal melempar sudah 3 kali lemparan.

D.     Teknik Dasar Tolak Peluru Gaya Menyamping / Gaya Ortodok

a. Cara memegang peluru
Peluru diletakkan pada ujung telapak tangan, jari-jari tangan terbuka menutupi peluru, ibu jari menahan peluru agar tidak tergelincir ke dalam dan kelingking menahan peluru agar tidak tergelincir keluar.

b. Cara menempatkan peluru pada bahu
Peluru yang sudah dipegang ditempatkan diantar tulang selangka dengan rahang bagian bawah, bagian peluru atas  sedikit menempel tulang rahang bawah.Dalam gaya menyamping, arah sasaran pada bahu kiri menghadap ke samping, kea rah sasaran. Kedua kaki dibuka selebar bahu, tangan kanan memegang peluru dan menempelkannya antara tulang rahang dengan selangka siku yang mengarah ke samping bawah. Dan lengan kiri mengimbanginya dalam posisi yang wajar.

c. Gerakan
Lakukan gerakan pendahuluan dengan kaki kiri. Gerak pendahuluan dilakukan dengan kaki kiri diayunkan lurus ke samping kiri secara bersamaan dengan menjingkrakkan kaki kanan. Gerakan jingkrak serendah-rendahnya segaris dengan arah tolakan dan mendarat dengan kaki kanan kanan terlebih dahulu setelah kaki kiri dengan cepat dan kuat dengan tekukan lutut kaki kanan yang diluruskan disertai sedikit putaran badan kea rah kiri. Kemudian berat badan dipindahkan ke kaki kiri yang masih ditekuk. Tangan kanan mulai diluruskan kea rah lemparan pada sudut tolakan, kemudian peluru dilepaskan dengan bantuan dorongan dan lecutan tangan.

d. Sikap Akhir
Kaki kanan melangkah pendek dan kaki kiri diayunkan ke belakang untuk menjaga keseimbangan lengan kanan. Lemparan mengarah ke depan atas dan dalam posisi tetap menjaga keseimbangan badan.
E.      GERAKAN RINCI TOLAK PELURU GAYA MENYAMPING

     Untuk memudahkan siswa mempelajari gerakan Tolak Peluru gaya menyamping,kita perlu memberikan gerakan dengan di bagi menjadi beberapa hitungan,dengan di mulai dari sikap awal atau permulaan.Hitungan tersebut seperti di bawah ini:
1.    SIKAP AWAL ( PERMULAAN )
Badan          : berdiri tegak menghadap kearah timur bila arah tolakan ke utara ( bukan kidal ),menghadap keselatan bila arah tolakan ke timur,dan seterusnya menyesuaikan dengan kemana arah tolakan akan di lakukan.
Kaki Kiri     : jinjit rapat dengan kaki kanan
Kaki Kanan : tegak ,sebagai tumpuan penyagga berat badan seluruhnya
Tangan Kanan : memegang peluru dengan cara yang benar yaitu dengan tiga jari tengah (telunjuk,jari tengah,jari manis ) jari kelingking dan ibu jari cuma membantu agar peluru tidak menggelinding,letakan telapak tangan kanan di atas bahu/pundak kanan dengan punggung telapak tangan yang menempel di bahu.
Tangan Kiri    : membantu menjaga peluru agar tidak menggelinding dan jatuh
Pandangan     : lurus ke depan

2.    HITUNGAN   1
Badan             : tegak
Kaki Kiri        : ayunkan ke depan,lutut lurus
Kaki Kanan    : tegak lutut sedikit di tekuk ,sebagai tumpuan penyagga berat badan seluruhnya
Tangan Kanan : memegang peluru dengan cara yang benar yaitu dengan tiga jari tengah (telunjuk,jari tengah,jari manis ) jari kelingking dan ibu jari cuma membantu agar peluru tidak menggelinding,letakan telapak tangan kanan di atas bahu/pundak kanan dengan punggung telapak tangan yang menempel di bahu.
Tangan Kiri    : membantu menjaga peluru agar tidak menggelinding dan jatuh
Pandangan     : lurus ke depan

3.    HITUNGAN   2
Kaki Kiri       : ayunkan ke belakang,lutut lurus
Kaki Kanan : tegak lutut sedikit di tekuk ,sebagai tumpuan penyagga berat badan seluruhnya
Tangan Kanan : memegang peluru dengan cara yang benar yaitu dengan tiga jari tengah (telunjuk,jari tengah,jari manis ) jari kelingking dan ibu jari cuma membantu agar peluru tidak menggelinding,letakan telapak tangan kanan di atas bahu/pundak kanan dengan punggung telapak tangan yang menempel di bahu.
Tangan Kiri    : membantu menjaga peluru agar tidak menggelinding dan jatuh
Pandangan     : lurus ke depan
Badan            : agak membungkuk untuk menjaga keseimbangan

4.    HITUNGAN  3
Badan             : tegak
Kaki Kiri        : ayunkan ke depan,lutut lurus
Kaki Kanan    : tegak lutut sedikit di tekuk ,sebagai tumpuan penyagga berat badan seluruhnya
Tangan Kanan : memegang peluru dengan cara yang benar yaitu dengan tiga jari tengah (telunjuk,jari tengah,jari manis ) jari kelingking dan ibu jari cuma membantu agar peluru tidak menggelinding,letakan telapak tangan kanan di atas bahu/pundak kanan dengan punggung telapak tangan yang menempel di bahu.
Tangan Kiri    : membantu menjaga peluru agar tidak menggelinding dan jatuh
Pandangan     : lurus ke depan

5.    HITUNGAN  4
Badan             : tegak
Kaki Kiri        : ayunkan  kearah luar hingga berputar dan terakhir menempel pada kaki kanan ,lutut lurus
Kaki Kanan    : tegak lutut sedikit di tekuk ,sebagai tumpuan penyagga berat badan seluruhnya
Tangan Kanan : memegang peluru dengan cara yang benar yaitu dengan tiga jari tengah (telunjuk,jari tengah,jari manis ) jari kelingking dan ibu jari cuma membantu agar peluru tidak menggelinding,letakan telapak tangan kanan di atas bahu/pundak kanan dengan punggung telapak tangan yang menempel di bahu.
Tangan Kiri    : membantu menjaga peluru agar tidak menggelinding dan jatuh
Pandangan     : lurus ke depan

6.    HITUNGAN  5
Kaki Kiri        : serempak dengan kaki kanan melompat satu langkah ke samping kiri,diakhiri dengan sikap kuda - kuda kaki kanan
Kaki Kanan    :serempak dengan kaki kiri melompat satu langkah ke kiri,di akhiri kuda - kuda kaki kanan
Tangan Kanan : memegang peluru dengan cara yang benar yaitu dengan tiga jari tengah (telunjuk,jari tengah,jari manis ) jari kelingking dan ibu jari cuma membantu agar peluru tidak menggelinding,letakan telapak tangan kanan di atas bahu/pundak kanan dengan punggung telapak tangan yang menempel di bahu.
Tangan Kiri    : membantu menjaga peluru agar tidak menggelinding dan jatuh
Badan            : membungkuk membelakangi arah tolakan
Pandangan     : lurus ke depan

7.    HITUNGAN  6
Badan             : di putar hingga menghadap arah tolakan
Kaki Kiri        : telapak kaki kiri mengikuti perputaran badan hingga ujung telapak kaki kiri mengahadap ke arah tolakan
Kaki Kanan    : telapak kaki kanan mengikuti perputaran badan hingga ujung telapak kaki kanan mengahadap ke arah tolakan
Tangan Kanan : memegang peluru dengan cara yang benar yaitu dengan tiga jari tengah (telunjuk,jari tengah,jari manis ) jari kelingking dan ibu jari cuma membantu agar peluru tidak menggelinding,letakan telapak tangan kanan di atas bahu/pundak kanan dengan punggung telapak tangan yang menempel di bahu.
Tangan Kiri    : membantu menjaga peluru agar tidak menggelinding dan jatuh
Pandangan     : lurus ke depan

8.    HITUNGAN  7
Tangan Kanan     : mendorong / menolak peluru ke arah tolakan dengan arah tolakan 45 derajat
Tangan Kiri         : menjaga keseimbangan

9.    HITUNGAN  8  ( GERAK IKUTAN )
Kaki Kanan       : langkahkan ke depan berputar mengikuti kekuatan mendorong peluru,daratkan telapak kaki kanan di daerah batas menolak.agar tolakan sah ( tidak dis)
Basdan              : membungkuk ,menjaga keseimbangan.



F.   UPAYA UNTUK MEMBETULKAN KESALAHAN PADA TOLAK PELURU

1.      Berlatih dengan tungkai ayun diayunkan ke belakang dan ke atas, kemudian kembali sampai pada tungkai untuk berdiri.
2.      Latihan peluncuran mendatar dengan gerak pendahuluan dan sampai pada posisi tolak lepas
3.      Yang perlu diperhatikan agar lutut pada posisi tolak lepas ada di titik  tapak kaki untuk berdiri.
4.      Tungkai ayun diluruskan kea rah tolakan.

























BAB III
PENUTUP
A.       Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan dari atas, maka dapat kami simpulkan:
1.      Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga atletik yang termasuk dalam nomor lempar.
2.      Ada tiga tekhnik dalam memainkan olahraga tolak peluru yaitu Teknik Memegang Peluru, Teknik Meletakkan Peluru Pada Bahu, dan Teknik Menolak Peluru.
3.      Alat yang digunakan yaitu Rol Meter, Bendera Kecil, Kapur / Tali Rafia, Peluru, Obrient, Ortodox.
4.      Ada beberapa yang diperhatikan dalam permainan tolak peluru, seperti yang sudah dipaparkan diatas.
5.      Lapangan tolak peluru berbentuk lingkaran berdiameter 2,135 m. Lingkaran tolak peluru harus dibuat dari besi, baja atau bahan lain yang cocok dilengkungkan, bagian atasnya harus rata dengan permukaan tanah luarnya. Bagian dalam lingkaran tolak dibuat dari semen, aspal atau bahan lain yang padat tetapi tidak licin. Permukaan dalam lingkaran tolak harus datar antara 20 mm-6 mm lebih rendah dari bibir atas lingkaran besi. Garis lebar 5 cm harus dibuat di atas lingkaran besi menjulur sepanjang 0,75 m pada kanan kiri lingkaran garis ini dibuat dari cat atau kayu. Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2,135 m. Tebal besi lingkaran tolak minimum 6 mm dan harus dicat putih. Balok penahan dibuat dari kayu atau bahan lain yang sesuai dalam sebuah busur/lengkungan sehingga tepi dalam berhimpit dengan tepi dalam lingkaran tolak, sehingga lebih kokoh. Lebar balok 11,2-30 cm, panjangnya 1,21-1,23 m di dalam, tebal 9,8-10,2 cm.
B.       Saran
     Supaya pertumbuhan dan perkembangan olahraga tolak peluru berjalan dengan normal, maka sebagai olahragawan, harus memotivasi dan merangsang masyarakat umum ( masyarakat/siswa ) dalam pertumbuhan dan perkembangan untuk mencintai olahraga supaya keingintahuan tentang dunia olahraga bertambah dan generasi yang akan datang lebih optimal dalam bidang olahraga sehingga dalam era globalisasi ini bangsa kita tidak tertinggal perkembangannya dalam berbagai bidang terutama dalam bidang olahraga.