BIOMEKANIKA
ANALISYS
BIOMEKANIKA PADA TOLAK PELURU GAYA ORTODOK (MENYAMPING)

DISUSUN
OLEH:
HAMZAH
(13311422)
KELAS
J
INSTITUT
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN MATARAM
FAKULTAS
PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN
JURUSAN
OLAHRAGA
TAHUN
2015
KATA PENGANTAR
Assamu’alaikum.War.Wab...
Bismillahirrahmahnirahim...
Puja dan puji syukur saya panjatkan
kehadirat allah SWT. Atas berkat rahmat dan karunia-Nyalah saya dapat
menyelesaikan tugas ini hingga tepat waktu. Tanpa mengalami kesulitan yang
berat, makalah ini saya buat untuk dipresentasikan agar bisa bermanfaat bagi
semua orang yang mengikutinya.
Di harapkan Makalah ini dapat meringankan tugas guru dan siswa dalam
kegiatan belajar – mengajar. Makalah ini merupakan alat peraga / media belajar
yang lain supaya tetap dapat melakukan penawaran konsep dengan pendekatan
keterampilan proses. Disamping itu siswa diharapkan dapat melatih sendiri
menyelesaikannya.
Dalam pembuatan makalah ini saya
mendapatkan bantuan dari berbagai pihak baik saudara teman-teman serta Kakak
tingkat. Jadi melalui kesempatan ini saya ingin mengucapkan rasa terimah kasih
yang sebesar-besarnya atas dukungan mereka kepada saya dalam proses penyusunan
makalah ini.
Saya menyadarinya bahwa makalah ini
masih banyak kekurangan. oleh sebab itu kritik dan saran yang bersifat
membangun akan saya terima dengan senang hati dan saya berharap makalah ini
bermanfaat bagi siapapun.
Wassalamu’alaikum.war.wab...
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Cabang olahraga atletik adalah ibu
dari sebagian besar cabang olahraga (mother of sport), di mana gerakan-gerakan
yang ada dalam atletik seperti: jalan, lari, lompat dan lempar dimiliki oleh
sebagian besar cabang olahraga, sehingga tak heran jika pemerintah
mengkategorikan cabang olahraga atletik sebagai salah satu mata pelajaran pendidikan
jasmani yang wajib diberikan kepada para siswa.
Atletik merupakan unsur olahraga
terpenting pada suatu penyelenggaraan olimpiade. Hal ini dikarenakan
pengembangan dan peningkatan prestasi olahraga lain dapat dicapai melalui
latihan nomor-nomor atletik, khususnya dalam peningkatan kondisi fisik. Nilai
edukatif dari cabang atletik dapat dijadikan dukungan dalam pengembangan sumber
daya manusia yang potensial di bidang olahraga.
Salah satu nomor pada cabang atletik adalah
tolak peluru. Faktor tersebut ada yang bersifat internal misalnya ; bakat,
emosi, suasana hati, motivasi dan lain-lain. Sedangkan faktor yang bersifat
eksternal diantaranya ; faktor pelatih, sarana dan prasarana, lingkungan dan
sosial budaya. Prestasi pada nomor atletik dapat dicapai melalui latihan yang
khusus dan teratur dalam jangka waktu yang relatif lama. Potensi yang cocok
dengan cabang olahraga yang ditekuninya seperti keadaan fisik, penguasaan
teknik dan persyaratan lainnya semestinya dimiliki oleh seorang atlet.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang di atas,
maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Apa
pengertian tolak peluru?
2. Bagaimana
tekhnik dalam memainkan tolak peluru?
3. Apa
saja yang perlu diperhatikan dalam olahraga tolak peluru?
4. Peralatan
apa saja yang diperlukan dalam olahraga tolak peluru?
5. Berapa
ukuran lapangan olahraga tolak peluru?
C. Tujuan
Untuk menjelaskan peraturan yang dan tekhnik yang ada pada olahraga tolak peluru khususnya pada tolak peluru gaya ortodok atau gaya menyamping.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Tolak Peluru
Tolak peluru adalah salah satu cabang
olahraga atletik. Atlet tolak peluru melemparkan bola besi yang berat sejauh
mungkin. Berat peluru:
·
Untuk senior putra = 7.257 kg
·
Untuk senior putri = 4 kg
·
Untuk yunior putra = 5 kg
·
Untuk yunior putri = 3 kg
·
Teknik Dasar Tolak Peluru
Terdapat beberapa teknik dasar
dalam tolak peluru, diantaranya : Teknik Memegang Peluru Ada 3 teknik memegang
peluru : Jari-jari direnggangkan sementara jari kelingking agak ditekuk dan
berada di samping peluru, sedang ibu jari dalam sikap sewajarnya. Untuk orang
yang berjari kuat dan panjang. Jari-jari agaka rapat, ibu jari di samping, jari
kelingking berada di samping belakang peluru. Biasa dipakai oleh para juara.
Seperti cara di atas, hanya saja sikap jari-jari lebih direnggangkan lagi,
sedangkan letak jari kelingking berada di belakang peluru. Cocok untuk orang
yang tangannya pendek dan jari-jarinya kecil.
Teknik Meletakkan Peluru Pada Bahu
Peluru dipegang dengan salah satu cara di atas, letakkan peluru pada bahu dan
menempel pada leher bagian samping. Siku yang memegang peluru agak dibuka ke
samping dan tangan satunya rileks di samping kiri badan.
Teknik Menolak Peluru Pengenalan peluru
Peluru dipegang dengan satu tangan dipindahkan ke tangan yang lain Peluru
dipegang dengan tangan kanan dan diletakkan di bahu dengan cara yang benar
Peluru dipegang dengan dua tangan dengan sikap berdiri akak membungkuk,
kemudian kedua tangan yang memegang peluru diayunkan ke arah belakang dan
peluru digelindingkan ke depan Sikap awal akan menolak peluru Mengatur posisi
kaki, kaki kanan ditempatkan di muka batas belakang lingkaran, kaki kiri
diletakkan di samping kiri selebar badan segaris dengan arah lemparan.
Bersamaan dengan ayunan kaki kiri, kaki kanan menolak ke arah lemparan dan
mendarat di tengah lingkaran. Sewaktu kaki kaki kanan mendarat, badan dalam
keadaan makin condong ke samping kanan. Bahu kanan lebih rendah dari bahu kiri.
Lengan kiri masih pada sikap semula.
Cara menolakkan peluru Dari sikap
penolakan peluru, tanpa berhenti harus segera diikuti dengan gerakan menolak
peluru. Jalannya dorongan atau tolakan peda peluru harus lurus satu garis.
Sudut lemparan kurang dari 40o. Sikap akhir setelah menolak peluru Sesudah
menolak peluru, membuat gerak lompatan untuk menukar kaki kanan ke depan.
Bersamaan dengan mendaratnya kaki kanan, kaki kiri di tarik ke belakang
demikian pula dengan lengan kiri untuk memelihara keseimbangan.
B.
Hal
Yang Perlu Diperhatikan Dalam Teknik Tolak Peluru
Cara memegang Awalan Gerakan Tolakan
Sikap badan saat menolak
Ketentuan diskualifikasi/kegagalan peserta tolak peluru :
Ketentuan diskualifikasi/kegagalan peserta tolak peluru :
ü Menyentuh
balok batas sebelah atas
ü Menyentuh
tanah di luar lingkaran
ü Keluar
masuk lingkaran dari muka garis tengah
ü Dipangil
selama 3 menit belum menolak Peluru di taruh di belakang kepala
ü Peluru
jatuh di luar sektor lingkaran
ü Menginjak
garis lingkar lapangan
ü Keluar lewat depan garis lingkar
ü Keluar lingkaran tidak dengan berjalan tenang
ü Peserta
gagal melempar sudah 3 kali lemparan
Beberapa hal yang disarankan :
1.
Bawalah tungkai kiri merendah
2.
Dapatkan keseimbangan gerak dari kedia
tungkai, dengan tungkai kiri memimpin di belekang
3.
Menjaga agar bagian atas badan tetap
rileks ketika bagian bawah bergerak
4.
Hasilkan rangkaian gerak yang cepat dan
jauh peda tungkai kanan
5.
Putar kaki kanan ke arah dalam sewaktu
melakukan luncuran
6.
Pertahankan pinggul kiri dan bahu
menghadap ke belakang selama mungkin
7.
Bawalah tangan kiri dalam sebuah posisi
mendekati badan
8.
Tahanlah sekuat-kuatnya dengan tungkai
kiri
Beberapa hal yang harus dihindari :
1.
Tidak memiliki keseimbanagn dalam sikap
permulaan
2.
Melakukan lompatan ketika meluncur
dengan kaki kanan
3.
Mengangkat badan tinggi ketika melakukan
luncuran
4.
Tidak cukup jauh menarik kaki kanan di
bawah badan
5.
Mendarat dengan kaki kanan menghadap ke
belakang
6.
Menggerakkan tungkai kiri terlalu banyak
ke samping
7.
Terlalu awal membuka badan
8.
Mendarat dengan badan menghadap ke
samping atau ke depan
C. Peralatan
Alat yang digunakan :
Alat yang digunakan :
1.
Rol Meter
2.
Bendera Kecil
3.
Kapur / Tali Rafia
4.
Peluru
a) Untuk senior putra = 7.257 kg
b) Untuk senior putri = 4 kg
c) Untuk yunior putra = 5 kg
d) Untuk yunior putri = 3 kg
a) Untuk senior putra = 7.257 kg
b) Untuk senior putri = 4 kg
c) Untuk yunior putra = 5 kg
d) Untuk yunior putri = 3 kg
5.
Obrient : gaya membelakangi arah tolakan
6.
Ortodox : gaya menyamping
D. Lapangan
Tolak Peluru
Lapangan
tolak peluru berbentuk lingkaran berdiameter 2,135 m. Lingkaran tolak peluru
harus dibuat dari besi, baja atau bahan lain yang cocok dilengkungkan, bagian
atasnya harus rata dengan permukaan tanah luarnya. Bagian dalam lingkaran tolak
dibuat dari semen, aspal atau bahan lain yang padat tetapi tidak licin.
Permukaan dalam lingkaran tolak harus datar antara 20 mm-6 mm lebih rendah dari
bibir atas lingkaran besi. Garis lebar 5 cm harus dibuat di atas lingkaran besi
menjulur sepanjang 0,75 m pada kanan kiri lingkaran garis ini dibuat dari cat
atau kayu. Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2,135 m. Tebal besi
lingkaran tolak minimum 6 mm dan harus dicat putih. Balok penahan dibuat dari
kayu atau bahan lain yang sesuai dalam sebuah busur/lengkungan sehingga tepi
dalam berhimpit dengan tepi dalam lingkaran tolak, sehingga lebih kokoh. Lebar
balok 11,2-30 cm, panjangnya 1,21-1,23 m di dalam, tebal 9,8-10,2 cm.
E. Ketentuan
Diskualifikasi/Kegagalan Peserta Tolak Peluru
1. Menyentuh balok batas sebelah atas,
2. Menyentuh tanah di luar lingkaran,
3. Keluar masuk lingkaran dari muka garis tengah,
4. Dipanggil selama 3 menit belum menolak,
5. Peluru ditaruh di belakang kepala,
6. Peluru jatuh di luar sektor lingkaran,
7. Menginjak garis lingkaran lapangan,
8. Keluar lewat depan garis lingkaran,
9. Keluar lingkaran tidak dengan berjalan tenang,
10. Peserta gagal melempar sudah 3 kali lemparan.
D. Teknik Dasar Tolak Peluru Gaya
Menyamping / Gaya Ortodok

a. Cara
memegang peluru
Peluru diletakkan pada ujung telapak tangan, jari-jari
tangan terbuka menutupi peluru, ibu jari menahan peluru agar tidak tergelincir
ke dalam dan kelingking menahan peluru agar tidak tergelincir keluar.
b. Cara
menempatkan peluru pada bahu
Peluru yang sudah dipegang ditempatkan diantar tulang
selangka dengan rahang bagian bawah, bagian peluru atas sedikit menempel
tulang rahang bawah.Dalam gaya menyamping, arah sasaran pada bahu kiri
menghadap ke samping, kea rah sasaran. Kedua kaki dibuka selebar bahu, tangan
kanan memegang peluru dan menempelkannya antara tulang rahang dengan selangka
siku yang mengarah ke samping bawah. Dan lengan kiri mengimbanginya dalam
posisi yang wajar.
c. Gerakan
Lakukan gerakan pendahuluan dengan kaki kiri. Gerak
pendahuluan dilakukan dengan kaki kiri diayunkan lurus ke samping kiri secara
bersamaan dengan menjingkrakkan kaki kanan. Gerakan jingkrak serendah-rendahnya
segaris dengan arah tolakan dan mendarat dengan kaki kanan kanan terlebih
dahulu setelah kaki kiri dengan cepat dan kuat dengan tekukan lutut kaki kanan
yang diluruskan disertai sedikit putaran badan kea rah kiri. Kemudian berat
badan dipindahkan ke kaki kiri yang masih ditekuk. Tangan kanan mulai
diluruskan kea rah lemparan pada sudut tolakan, kemudian peluru dilepaskan
dengan bantuan dorongan dan lecutan tangan.
d. Sikap Akhir
Kaki kanan melangkah pendek dan kaki kiri diayunkan ke
belakang untuk menjaga keseimbangan lengan kanan. Lemparan mengarah ke depan
atas dan dalam posisi tetap menjaga keseimbangan badan.
Untuk memudahkan siswa mempelajari gerakan Tolak Peluru gaya menyamping,kita perlu memberikan gerakan dengan di bagi menjadi beberapa hitungan,dengan di mulai dari sikap awal atau permulaan.Hitungan tersebut seperti di bawah ini:
1.
SIKAP AWAL ( PERMULAAN )
Badan
: berdiri tegak menghadap kearah timur bila arah tolakan ke utara ( bukan kidal
),menghadap keselatan bila arah tolakan ke timur,dan seterusnya menyesuaikan
dengan kemana arah tolakan akan di lakukan.
Kaki
Kiri : jinjit rapat dengan kaki kanan
Kaki Kanan : tegak ,sebagai tumpuan penyagga berat badan seluruhnya
Tangan Kanan
: memegang peluru dengan cara yang benar yaitu dengan tiga jari tengah (telunjuk,jari
tengah,jari manis ) jari kelingking dan ibu jari cuma membantu agar peluru
tidak menggelinding,letakan telapak tangan kanan di atas bahu/pundak kanan
dengan punggung telapak tangan yang menempel di bahu.
Tangan
Kiri : membantu menjaga peluru agar tidak menggelinding dan
jatuh
Pandangan
: lurus ke depan
2.
HITUNGAN 1
Badan
: tegak
Kaki
Kiri : ayunkan ke depan,lutut lurus
Kaki
Kanan : tegak lutut sedikit di tekuk ,sebagai tumpuan
penyagga berat badan seluruhnya
Tangan Kanan
: memegang peluru dengan cara yang benar yaitu dengan tiga jari tengah
(telunjuk,jari tengah,jari manis ) jari kelingking dan ibu jari cuma membantu
agar peluru tidak menggelinding,letakan telapak tangan kanan di atas
bahu/pundak kanan dengan punggung telapak tangan yang menempel di bahu.
Tangan Kiri : membantu menjaga peluru agar tidak
menggelinding dan jatuh
Pandangan : lurus ke depan
3.
HITUNGAN 2
Kaki
Kiri : ayunkan ke belakang,lutut lurus
Kaki Kanan : tegak lutut sedikit di tekuk ,sebagai tumpuan penyagga berat
badan seluruhnya
Tangan Kanan
: memegang peluru dengan cara yang benar yaitu dengan tiga jari tengah
(telunjuk,jari tengah,jari manis ) jari kelingking dan ibu jari cuma membantu
agar peluru tidak menggelinding,letakan telapak tangan kanan di atas
bahu/pundak kanan dengan punggung telapak tangan yang menempel di bahu.
Tangan
Kiri : membantu menjaga peluru agar tidak menggelinding dan
jatuh
Pandangan
: lurus ke depan
Badan
: agak membungkuk untuk menjaga keseimbangan
4.
HITUNGAN 3
Badan
: tegak
Kaki
Kiri : ayunkan ke depan,lutut lurus
Kaki
Kanan : tegak lutut sedikit di tekuk ,sebagai tumpuan
penyagga berat badan seluruhnya
Tangan Kanan
: memegang peluru dengan cara yang benar yaitu dengan tiga jari tengah
(telunjuk,jari tengah,jari manis ) jari kelingking dan ibu jari cuma membantu
agar peluru tidak menggelinding,letakan telapak tangan kanan di atas
bahu/pundak kanan dengan punggung telapak tangan yang menempel di bahu.
Tangan Kiri : membantu menjaga peluru agar tidak
menggelinding dan jatuh
Pandangan : lurus ke depan
5.
HITUNGAN 4
Badan
: tegak
Kaki
Kiri : ayunkan kearah luar hingga
berputar dan terakhir menempel pada kaki kanan ,lutut lurus
Kaki Kanan : tegak lutut sedikit di tekuk ,sebagai
tumpuan penyagga berat badan seluruhnya
Tangan Kanan
: memegang peluru dengan cara yang benar yaitu dengan tiga jari tengah
(telunjuk,jari tengah,jari manis ) jari kelingking dan ibu jari cuma membantu
agar peluru tidak menggelinding,letakan telapak tangan kanan di atas
bahu/pundak kanan dengan punggung telapak tangan yang menempel di bahu.
Tangan
Kiri : membantu menjaga peluru agar tidak menggelinding dan
jatuh
Pandangan : lurus ke depan
6.
HITUNGAN 5
Kaki
Kiri : serempak dengan kaki kanan melompat
satu langkah ke samping kiri,diakhiri dengan sikap kuda - kuda kaki kanan
Kaki
Kanan :serempak dengan kaki kiri melompat satu langkah ke
kiri,di akhiri kuda - kuda kaki kanan
Tangan Kanan
: memegang peluru dengan cara yang benar yaitu dengan tiga jari tengah
(telunjuk,jari tengah,jari manis ) jari kelingking dan ibu jari cuma membantu
agar peluru tidak menggelinding,letakan telapak tangan kanan di atas
bahu/pundak kanan dengan punggung telapak tangan yang menempel di bahu.
Tangan
Kiri : membantu menjaga peluru agar tidak menggelinding dan
jatuh
Badan
: membungkuk membelakangi arah tolakan
Pandangan
: lurus ke depan
7.
HITUNGAN 6
Badan
: di putar hingga menghadap arah tolakan
Kaki Kiri
: telapak kaki kiri mengikuti perputaran badan hingga ujung telapak kaki
kiri mengahadap ke arah tolakan
Kaki
Kanan : telapak kaki kanan mengikuti perputaran badan hingga
ujung telapak kaki kanan mengahadap ke arah tolakan
Tangan Kanan
: memegang peluru dengan cara yang benar yaitu dengan tiga jari tengah
(telunjuk,jari tengah,jari manis ) jari kelingking dan ibu jari cuma membantu
agar peluru tidak menggelinding,letakan telapak tangan kanan di atas
bahu/pundak kanan dengan punggung telapak tangan yang menempel di bahu.
Tangan
Kiri : membantu menjaga peluru agar tidak menggelinding dan
jatuh
Pandangan
: lurus ke depan
8.
HITUNGAN 7
Tangan
Kanan : mendorong / menolak peluru ke arah tolakan
dengan arah tolakan 45 derajat
Tangan Kiri
: menjaga keseimbangan
9.
HITUNGAN 8 ( GERAK IKUTAN )
Kaki
Kanan : langkahkan ke depan berputar
mengikuti kekuatan mendorong peluru,daratkan telapak kaki kanan di daerah batas
menolak.agar tolakan sah ( tidak dis)
Basdan
: membungkuk ,menjaga keseimbangan.
F. UPAYA UNTUK MEMBETULKAN KESALAHAN
PADA TOLAK PELURU
1.
Berlatih dengan tungkai ayun diayunkan ke belakang dan
ke atas, kemudian kembali sampai pada tungkai untuk berdiri.
2.
Latihan peluncuran mendatar dengan gerak pendahuluan dan
sampai pada posisi tolak lepas
3.
Yang perlu diperhatikan agar lutut pada posisi tolak
lepas ada di titik tapak kaki untuk berdiri.
4.
Tungkai ayun diluruskan kea rah tolakan.
BAB
III
PENUTUP
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan
penjelasan dari atas, maka dapat kami simpulkan:
1. Tolak
peluru adalah salah satu cabang olahraga atletik yang termasuk dalam nomor
lempar.
2. Ada
tiga tekhnik dalam memainkan olahraga tolak peluru yaitu Teknik Memegang
Peluru, Teknik Meletakkan Peluru Pada Bahu, dan Teknik Menolak Peluru.
3. Alat
yang digunakan yaitu Rol Meter, Bendera Kecil, Kapur / Tali Rafia, Peluru,
Obrient, Ortodox.
4. Ada
beberapa yang diperhatikan dalam permainan tolak peluru, seperti yang sudah
dipaparkan diatas.
5. Lapangan
tolak peluru berbentuk lingkaran berdiameter 2,135 m. Lingkaran tolak peluru
harus dibuat dari besi, baja atau bahan lain yang cocok dilengkungkan, bagian
atasnya harus rata dengan permukaan tanah luarnya. Bagian dalam lingkaran tolak
dibuat dari semen, aspal atau bahan lain yang padat tetapi tidak licin.
Permukaan dalam lingkaran tolak harus datar antara 20 mm-6 mm lebih rendah dari
bibir atas lingkaran besi. Garis lebar 5 cm harus dibuat di atas lingkaran besi
menjulur sepanjang 0,75 m pada kanan kiri lingkaran garis ini dibuat dari cat atau
kayu. Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2,135 m. Tebal besi
lingkaran tolak minimum 6 mm dan harus dicat putih. Balok penahan dibuat dari
kayu atau bahan lain yang sesuai dalam sebuah busur/lengkungan sehingga tepi
dalam berhimpit dengan tepi dalam lingkaran tolak, sehingga lebih kokoh. Lebar
balok 11,2-30 cm, panjangnya 1,21-1,23 m di dalam, tebal 9,8-10,2 cm.
B.
Saran
Supaya
pertumbuhan dan perkembangan olahraga tolak peluru berjalan dengan normal, maka
sebagai olahragawan, harus memotivasi dan merangsang masyarakat umum (
masyarakat/siswa ) dalam pertumbuhan dan perkembangan untuk mencintai olahraga
supaya keingintahuan tentang dunia olahraga bertambah dan generasi yang akan
datang lebih optimal dalam bidang olahraga sehingga dalam era globalisasi ini
bangsa kita tidak tertinggal perkembangannya dalam berbagai bidang terutama
dalam bidang olahraga.
